Skor AKB Nasional
—
= (D1+D2+D3+D4+D5) × 0.20
D1 — Pemain Baru
—
Ancaman masuknya pelaku baru
D2 — Supplier
—
Daya tawar pemasok input
D3 — Pembeli
—
Daya tawar konsumen
D4 — Substitusi
—
Ancaman produk pengganti
D5 — Rivalitas
—
Intensitas persaingan langsung
5 Provinsi Teratas
Skor AKB tertinggi
5 Provinsi Terendah
Perlu perhatian khusus
Tren Skor AKB Nasional
Q1 2023 — Q4 2024
Profil per Kepulauan
Rata-rata D1–D4
Dimensi:
Info Provinsi
Hover pada provinsi untuk melihat detail skor.
Skala AKB:
< 45 Rendah
45–54 Sedang
55–64 Baik
65–74 Sangat Baik
≥ 75 Unggul
Ranking 34 Provinsi — AKB Komposit
Diurutkan tertinggi ke terendah · sinkron dengan toggle dimensi
Peringkat 34 Provinsi
Klik header kolom untuk mengurutkan
| # | Provinsi | AKB | D1 Pemain Baru | D2 Supplier | D3 Pembeli | D4 Substitusi | D5 Rivalitas |
|---|
Skor AKB per Sektor
Diurutkan tertinggi ke terendah
Breakdown D1–D4 per Sektor
Perbandingan dimensi
—
Peringatan Tinggi
—
Peringatan Sedang
—
Pemantauan Rutin
Daftar Peringatan Aktif
Dideteksi oleh model ML & rule-based monitoring
Metodologi Deteksi
Price Synchrony Index
Korelasi silang harga antar wilayah menggunakan rolling window 30 hari. Ambang batas 0.75 mengindikasikan koordinasi harga.
Korelasi silang harga antar wilayah menggunakan rolling window 30 hari. Ambang batas 0.75 mengindikasikan koordinasi harga.
Isolation Forest
Anomali harga terdeteksi pada data real-time scraping. Score < −0.3 dianggap outlier signifikan yang perlu investigasi.
Anomali harga terdeteksi pada data real-time scraping. Score < −0.3 dianggap outlier signifikan yang perlu investigasi.
HHI / CR4 Monitor
Pemantauan konsentrasi pasar berbasis data izin OSS. HHI > 2.500 = pasar sangat terkonsentrasi.
Pemantauan konsentrasi pasar berbasis data izin OSS. HHI > 2.500 = pasar sangat terkonsentrasi.
Atlas Kesempatan Berusaha — Kerangka Analisis
Porter's Five Forces
Lima kekuatan pasar yang membentuk intensitas persaingan usaha
Michael E. Porter · Competitive Strategy (1980)
Force 1
20%
bobot
D1 — Ancaman Pemain Baru
Seberapa mudah pelaku usaha baru masuk ke pasar — semakin rendah hambatan masuk, semakin tinggi tekanan persaingan terhadap pelaku existing
Hambatan masuk
Entry rate
Beban perizinan
Indikator
Jumlah izin wajib per sektor
Biaya kepatuhan regulasi (% omzet)
Modal minimum efektif masuk pasar
Entry rate perusahaan baru tahunan
Sumber Data
OSS — BKPM / Kemenperin
JDIH Nasional (NLP regulasi)
World Bank EODB Indonesia
BPS Sensus Ekonomi 2023
tekanan dari
Force 2
20%
bobot
D2 — Daya Tawar Supplier
Kekuatan pemasok input dalam menekan harga dan syarat pasokan — tinggi jika pemasok terkonsentrasi atau input sulit digantikan
HHI hulu
Ketergantungan impor
Switching cost input
Indikator
HHI konsentrasi supplier hulu
Rasio ketergantungan input impor
Switching cost input (indeks)
Rasio supplier lokal per sektor
Sumber Data
BPS Survei Industri Besar-Sedang
BPS Tabel I-O (Input-Output)
BKPM — data rantai pasokan
Kemendag — data perdagangan BEC
tekanan dari
Force 3
20%
bobot
D3 — Daya Tawar Pembeli
Kemampuan konsumen menekan harga dan menuntut kualitas — tinggi jika konsumen punya banyak alternatif dan informasi harga transparan
Elastisitas harga
Penetrasi e-commerce
Transparansi harga
Indikator
Elastisitas harga permintaan
Rasio pembeli terorganisir (asosiasi)
Penetrasi e-commerce konsumen (%)
Indeks transparansi harga digital
Sumber Data
Susenas BPS
Survei Konsumen BI
APJII — penetrasi internet
Data marketplace Tokopedia/Shopee
tekanan dari
Force 4
20%
bobot
D4 — Ancaman Produk Substitusi
Keberadaan produk pengganti yang memenuhi kebutuhan serupa — semakin banyak alternatif, semakin tinggi tekanan terhadap pelaku existing
Jumlah substitusi
Cross elasticity
Share digital
Indikator
Jumlah produk substitusi teridentifikasi
Pangsa pasar produk substitusi (%)
Cross-price elasticity
Pertumbuhan alternatif digital (YoY)
Sumber Data
BPS Sensus Ekonomi 2023
Web scraping marketplace
Nielsen Market Report Indonesia
Berita bisnis digital (NLP)
menghasilkan
Core
20%
bobot
D5 — Rivalitas Pelaku Pasar
Intensitas persaingan langsung antar pelaku existing — resultan dari empat kekuatan di atas, diukur melalui konsentrasi pasar dan dinamika kompetitif
HHI
CR4
Price dispersion
Putusan KPPU
Indikator
Herfindahl-Hirschman Index (HHI)
Concentration Ratio CR4
Price dispersion antar pelaku
Frekuensi putusan pelanggaran KPPU
Sumber Data
BPS Sensus Ekonomi 2023
OSS — data izin usaha aktif
KPPU — putusan publik
Web scraping harga real-time
D1
Pemain Baru
Pemain Baru
D2
Supplier
Supplier
D3
Pembeli
Pembeli
D4
Substitusi
Substitusi
D5
Rivalitas
Rivalitas
Skor AKB = (D1×0.20) + (D2×0.20) + (D3×0.20) + (D4×0.20) + (D5×0.20) · Skala 0–100
Early Warning System
Deteksi dini kartel, kolusi, dan abuse of dominance berbasis skor D5 Rivalitas
Peta Persaingan Sektoral
Profil intensitas persaingan per industri dan per 34 provinsi lintas dimensi
Rekomendasi Kebijakan
Intervensi berbasis force dominan — deregulasi hambatan masuk atau penegakan persaingan
Catatan teoritis: Five Forces mengukur intensitas persaingan dalam satu industri — unit analisis adalah sektor/pasar. Bobot equal (20%) mengikuti prinsip Porter bahwa semua kekuatan berkontribusi setara. HHI pada D5 direkomendasikan sebagai anchor indicator untuk agregasi lintas provinsi. Lihat
dan
D1 Pemain Baru
D2 Supplier
D3 Pembeli
D4 Substitusi
D5 Rivalitas (Core)